Selasa, 2007 Juli 31

Comercial Space Gama Plaza, The Application Form...

COMERSIAL SPACE GAMA PLAZA, The Price List

Comercial Space GAMA PLAZA, Map of 1st Floor


Comercial Space GAMA PLAZA, Map of Upper Ground Floor


Comercial Space GAMA PLAZA, Map of Ground Floor


Comercial Space GAMA PLAZA, Map of Basement/ Lower Ground (Parking Area)


Comercial Space GAMA PLAZA, Map of Location in Jogjakarta...


Comercial Space GAMA PLAZA, Counter Specification...


Comercial Space GAMA PLAZA, The Facilities...


Comercial Space GAMA PLAZA, The Facilities...


Comercial Space GAMA PLAZA, Bussiness Potency


Comercial Space GAMA PLAZA, Bussiness Potency


Comercial Space GAMA PLAZA, The First & The Only One in Jogjakarta...


Senin, 2007 Juli 30

Comercial Space GAMA PLAZA, Berawal dari ...


Comercial Space GAMA PLAZA, The Intelligence Pleasure Style

Gama Plaza


Sabtu, 2007 Juli 28

Syarat dan Perjanjian Sewa-Menyewa

Senin, 2007 Juli 23

Memilih Rumah Mungil
  1. Lihat fasad rumahnya. "Gaya arsitektumya harus jelas," ujar Sasanto, pimpinan konsultan desain dan kontraktor Indodesign.
  2. Untuk atap, pilihlah rumah yang bentuk atapnya sederhana, guna menghindari kesan ramai. Usahakan kemiringan atap lebih dari 30 derajad agar memantulkan sinar matahari lebih sempurna.
  3. Bila dinding depan memakai ornamen batu alam, pilihlah yang berwarna terang dan bertekstur halus.
  4. Memiliki bukaan yang cukup, agar sinar matahari dan udara lancar masuk ke dalam rumah.
  5. Layout ruangannya simple, tidak banyak menggunakan pembatas yang solid.
  6. Minimal tinggi Plafon 3 m dan lantainya datar. *estate

Memilih Rumah Minimalis

Setelah melihat beragam model rumah minimalis, barangkali Anda bertanya. Apakah harus memilih rumah yang atapnya beton atau genteng? Atau pilih yang jendela kacanya besar-besar dan beragam pertanyaan lain.

Menurut Bambang Eryudhawan, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DKI Jakarta, model minimalis yang baik adalah yang sesuai dengan iklim tropis. Gaya minimalis tapi tetap punya atap. Selain itu dalam memilih jangan hanya terpikat pada keindahan fasadnya.

Yang terpenting dicermati adalah lay-out ruangnya: apakah sesuai dengan iklim Indonesia atau tidak. "Secantik-cantiknya fasad rumah, kalau layout-nya tidak cocok dengan kebutuhan, jangan dipaksakan," katanya.

Yang ideal ruang-ruangnya fungsional, hubungan antar-ruang terkoordinasi dengan baik, udara bisa mengalir lancar ke dalam rumah, begitu pula sinar matahari pagi. Jadi, keberadaan bukaan dan ventilasi udara penting pada rumah minimalis.

Selain itu kalau hujan rumah tidak tampias atau bocor, pada musim kemarau rumah tidak panas. Pastikan juga dinding rumah tidak banyak terkena sinar matahari langsung. Pasalnya, menurut Imelda Akmal, Principal Imelda Akmal Architecture Writer, dinding tembok menyerap panas pada siang hari, dan dilepas pada malam hari. Karena itu rumah yang temboknya banyak terkena sinar matahari langsung, terasa panas pada siang dan malam hari. *estate

Memilih Ruko
Apa saja yang perlu diperhatikan ?

Pilih ruko di dalam perumahan yang sudah banyak dihuni karena kemungkinan besar akan ramai dan mudah disewakan. Kalau bisa posisinya di blok yang banyak dilalui pengunjung. Memang, harganya lebih mahal namun lebih hidup dan lebih mudah memerkirakan dagangan yang layak dibuka.

Kalau ruko di luar perumahan, lihat potensi pengunjung dari daerah sekitarnya, dan apakah mudah diakses dari banyak penjuru dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum? Pada areal ruko yang jumlah unitnya sedikit cermati juga soal legalitas, keamanan, kebersihan, dan parkirnya. Para pemilik ruko harus sudah menyepakati penanganan ketiga hal terakhir.

Keamanan tidak hanya mencakup soal kriminal tapi juga kebakaran, gempa dan lain-lain. Bila salah satu pemilik tidak peduli, yang lain akan dirugikan. Cermati harga ruko yang dibeli, rasional atau tidak. Untuk itu bandingkan harga ruko sekelas dalam satu kawasan. Misalnya, ruko di BSD dengan ruko di Regensi Melati Mas.

Cara lain, lihat tarif sewanya. Yang normal sewa ruko sekitar 8 persen dari harga jual. Jadi, kalau harganya Rp1 miliar, sewanya Rp80 juta per tahun. Bila dagangan yang dibuka masih bisa menutup biaya sewa itu, berarti harga ruko masih rasional. Kecuali kaiau Anda sekaligus akan menghuninya, kalkulasi itu boleh diabaikan. Tak ada salahnya menghubungi broker profesional untuk mengetahui pasaran harga ruko setempat. *estate

Memilih Perkakas Rumah
dari Bahan Keramik


Karena perkakas keramik ini diproduksi secara manual, Anda tidak akan menemukan produk yang sama persis. Karena itu telitilah kehalusan pengerjaannya.

Periksa juga finishing keramik yang akan Anda beli. Pilihlah yang halus finishing-nya sesuai dengan selera Anda.


Rawat perkakas keramik dengan baik. Perawatan cukup mudah, cukup dicuci atau disikat dengan sabun.


Keramik dengan pembakaran yang lama pada suhu tinggi tidak mudah retak jika terkena air panas. Berbeda jika pembakarannya hanya dilakukan sebentar dan dengan suhu rendah.

sumber : *estate

Modern Tropic & Rumah Minimalis

Tropikal Modern dan Minimalis Makin Diminati

Apa yang perlu dilakukan untuk keluar dari persoalan DKI Jakarta yang pikuk, macet, dan polusif? Pertanyaan ini suka mengemuka dalam percakapan warga Ibu Kota yang lelah melihat kotanya makin ruwet.

Warga yang kaya raya membeli rumah 3.000 sampai 8.000 meter di pusat kota, menanam ratusan pohon besar kecil, membuat kolam renang, air mancur, dan desain rumah atraktif. Ada pula yang ingin lebih praktis dan menjaga privacy dengan membeli apartemen papan atas seharga satu juta dollar AS (Rp 9,2 miliar) per unit, membeli rumah bandar di kawasan (masih) hijau, dan sebagainya, wah.

Adapun warga kelas menengah ke atas yang hendak menikmati kesenyapan kota cukup dengan membeli rumah di tepi Ibu Kota, dengan harga Rp 1,5 miliar sampai Rp 2,5 miliar per unit. Luas tanah, tak kecil juga, mencapai 1.500 meter. Dengan areal sebesar itu, mereka bisa membangun kolam renang ukuran kecil, kolam ikan koi, menanam setidak-tidaknya 30 pohon besar, dan puluhan tanaman hias.

Hal pokok yang hendak diraih, begitu tiba di rumah, mereka dapat melepas lelah sepenuhnya. Pagi hari berolahraga ringan, duduk rileks sambil baca koran di taman rindang di tepi kolam renang, mendengar kicau burung, mandi, lalu berangkat ke kantor. Pulang ke rumah, musik masih dapat dinikmati, tentu juga bercengkerama dengan keluarga dalam suasana yang nyaman.

Gaya rumah yang kini sangat disukai warga adalah rumah bergaya tropikal modern, minimalis atau gabungan antara minimalis dan tropikal modern. Yang disebut terakhir kini lebih banyak disukai karena warga tidak perlu terlalu ekstrem condong ke tropikal dan ke gaya minimalis. Mereka bisa menggabungkan dua gaya rumah tersebut dalam satu kesatuan yang utuh.

Harry P, praktisi hukum di Jakarta, salah seorang yang memilih rumah dengan gabungan gaya tropikal modern dan minimalis itu. Membeli rumah di perumahan yang menekankan lingkungan di pinggir DKI Jakarta, Harry menginginkan suasana nyaman ketika berada di rumah. Ia ingin rileks sepenuhnya setelah seharian bekerja di kawasan pikuk Jakarta.

Kolumnis dan pengajar di beberapa perguruan tinggi ini menyatakan tidak memilih minimalis murni karena ia tidak ingin rumahnya tampak terlampau "bersih". Harry tidak ingin pula jendela terlampau lurus rata yang membuat matahari sepenuh-penuhnya masuk ke rumahnya.

Sebaliknya, ia juga tidak ingin rumahnya "fanatik" ke tropikal modern murni sebagaimana tren dua tahun terakhir ini. Ia tidak ingin rumahnya lekat dengan bukaan lebar, penuh bahan alam, dan aneka perlindungan jendela dan pintu.

Jalan tengah yang dirasakan lebih baik adalah membangun rumah dengan menggabungkan dua gaya yang sedang tren, yakni minimalis dan tropikal modern. Pilihan ini membuat ia bisa memetik beberapa unsur minimalis dan sejumlah ciri tropikal modern sekaligus.

Jadilah rumahnya mempunyai jendela dan pintu dengan bukaan cukup besar sehingga angin segar selalu leluasa menyelusup ke rumahnya. Beberapa jendela dan pintunya ia beri "perlindungan" agar air hujan tidak ikut menyerbu masuk rumah. Ia menggunakan beberapa unsur alam, seperti kayu dan batu alam, meski tidak di semua bagian.

Harry pun bisa memetik beberapa ciri minimalis, dengan tidak menggunakan banyak ornamen di rumahnya. Beberapa pintu dan jendela sengaja dibuat rata, lurus dan bersih sehingga matahari di tempat yang dikehendakinya itu leluasa mencurah ke rumah.

Atraktif

Kendati tidak banyak bermain dengan ornamen, rumah Harry tetap tampak atraktif. Ia mengatur interior rumah dengan tertib dan disiplin. Ia, misalnya, tidak menyukai banyak peralatan di ruang keluarga.

Barang yang ia "izinkan" ada di ruang itu hanya televisi, sofa, rak aksesori, piano, beberapa lukisan kecil, juga meja makan di tepi ruang. Ini membuat ruang tengah berukuran lebih kurang 10 x 15 meter itu tampak lapang, bersih, dan enak dipandang.

Harry, juga istrinya Kelly, termasuk tipe orang yang tidak menyukai rumahnya "banyak barang". Mereka berdua sepakat, juga tiga anaknya, untuk tidak membeli banyak barang dan aksesori. Mereka tidak ingin menumpuk banyak barang di rumah, yang mengesankan "memindahkan toko ke dalam rumah". Rumah tidak menarik lagi kalau di mana-mana menumpuk barang, kardus, rak, porselen, foto-foto, lukisan besar-besar, dan sebagainya.

Untuk menghindari "toko pindah ke rumah" itulah, keluarga ini sangat disiplin menjaga peruntukan ruang. Ruang belajar/perpustakaan, misalnya, benar-benar menjadi wilayah belajar dan menyimpan buku di rak-rak buku. Tidak tampak kardus-kardus, pakaian, atau tumpukan barang di sana.

Aspek lain yang diperhatikan adalah warna. Semua ruang dijaga agar tidak berwarna radikal. Tidak terlampau condong ke warna minimalis, tetapi tidak pula ke warna tropikal modern.

Keluarga ini mengambil sari yang baik dari gaya rumah sehingga jadilah rumah itu lebih hangat, atraktif, dan bersih. *Abun Sundan (kompas)

Kredit Properti akan Tumbuh 23,5%

Penurunan suku bunga acuan BI rate hingga level 8,25% di awal bulan ini diyakini akan meningkatkan alokasi kredit ke sektor properti pada paruh kedua 2007.
Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit memperkirakan outstanding kredit properti akan tumbuh 23,5% menjadi Rpl42,51 triliun pada akhir tahun ini. Ia yakin turunnya BI rate akan memancing perbankan menurunkan suku bunga KPR di kisaran 10%-11% pada paruh kedua tahun ini.
"Kondisi itu akan meningkatkan daya tarik dan daya beli masyarakat untuk berinvestasi maupun membeli properti," ungkapnya.
Berdasarkan data Bank Indonesia, posisi kredit properti di akhir 2006 mencapai Rpll5,373 triliun, terdiri atas kredit pemilikan rumah (KPR) Rp72,71 triliun, kredit konstruksi Rp27,08 triliun dan kredit realestat Rp 15,59 triliun.
Di antara ketiga jenis kredit properti itu, Panangian menyebut pertumbuhan terbesar tahun ini akan terjadi pada sektor KPR. Kredit yang berhubungan langsung dengan konsumen properti diprediksi tumbuh 24,8% atau sekitar Rpl8 triliun menjadi Rp90,72 triliun. Sedangkan kredit konstruksi naik 23,9% menjadi Rp33,54 triliun dan kredit realestat hanya meningkat 17,1% menjadi Rpl8,25 triliun. "Hingga semester satu 2007, KPR yang terealisasi diperkirakan mencapai Rp7,5 triliun," jelasnya.
Lebih jauh Panangian mengatakan, semester 11-2007 merupakan fase awal menuju booming properti setelah tahun lalu sempat tertahan oleh kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Ada tiga faktor kunci yang menurutnya bisa menjadi pemicu bangkitnya bisnis properti. Selain penurunan BI rate, laju inflasi dan pergerakan kurs rupiah yang relatif stabil telah memunculkan situasi yang kondusif bagi pergerakan sektor riil, termasuk properti. "Harga-harga properti saat ini berada pada level yang minimum atau bottom price."
Di tempat terpisah, Direktur Kredit Bank Tabungan Negara Siswanto mengakui kondisi ekonomi awal paruh kedua 2007 mendukung pertumbuhan properti. Namun, perbankan masih akan melihat perkembangan ke depan sebelum memutuskan untuk menurunkan suku bunga KPR. *Pun/E-2,11-07-2007 (btn)

LKM-Locomotif and Distributor for Home Loan

LKM Menjadi Pendorong Penyalur
Kredit Kepemilikan Rumah dan
Kredit Kepemilikan Rumah Sederhana

Pemerintah akan terus mendorong Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) menjadi penyalur kredit kepemilikan rumah (KPR). Sebab, dengan mengandalkan bank, penyerapan KPR untuk masyarakat kecil hanya mencapai 2%.

"Akses masyarakat memperoleh kredit yang terbatas selama 30 tahun terakhir karena hanya mengandalkan kredit formal bank," ungkap Sekretaris Menteri Negara Perumahan Rakyat (Sesmenpera) Noer Soetrisno dalam Konferensi Pers Konvensi Nasional dan Lokakarya Internasional Pembiayaan Mikro Perumahan di Jakarta, kemarin.

Noer menyatakan selama ini catatan pertumbuhan kredit perumahan memang kurang baik. Bank penyalur kredit seperti BTN mengalokasikan 86% kreditnya untuk golongan I, yakni masyarakat berpenghasilan di atas Rpl,4 juta. Penyaluran kredit untuk golongan menengah sebesar 13%. Sementara itu, untuk golongan III atau berpenghasilan di bawah Rpl juta hanya 1%. Oleh karena itu, Noer menilai LKM dibutuhkan untuk lapisan bawah dalam melakukan pembangunan.

Hingga akhir 2008 atau awal 2009, pihaknya menargetkan LKM yang berjumlah 200 lebih, 61 stimulan, dan 56 KPRS akan mencapai 1.000 LKM. Pembangunan rumah yang telah mencapai 4.000-5.000 diharapkan meningkat hingga 300 ribu-400 ribu rumah.

Berdasarkan fakta tersebut, menurut Noer, sejak 2005, Menpera telah membuat dua sayap program dan memperluas akses pemberian kredit perumahan. Pertama, menyertakan lembaga keuangan bukan bank sebagai pembiayaan KPR. Kedua, menyediakan KPR bersubsidi tidak hanya pada pemilik rumah yang membeli rumah dari pengembang formal, tetapi juga langsung mengembangkan dengan cara swadaya.

Sementara Direktur BMT Inti Yogyakarta Agus Praptomo menjelaskan LKM/LKMS mempunyai kemampuan lebih untuk menyalurkan KPR kepada masyarakat kurang mampu. Menurut Agus, BMT Inti selama ini hanya fokus menyalurkan kredit perumahan kepada orang tidak mampu. "Dan, kenyataannya baik proses penyaluran maupun pengembalian baik-baik saja," ujarnya.

Modal Askrindo Sementara itu, Bank Indonesia (BI) meminta pemerintah untuk memberikan suntikan modal Rp362 miliar kepada PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) pada 2007. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan penjaminan kredit kepada usaha kecil dan menengah (UKM). Namun, hingga kini pemerintan masih membahas usulan tersebut.

"Kami sudah mengundang BI untuk membahas hasil due dilligence itu. Sebelum kami suntikan modal, kami akan lihat kemampuan Askrindo dulu," kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Ekonomi Makro Sahala Lumban Gaol kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/07).

Ia mengatakan penyertaan modal negara PM kepada PT Askrindo belum termasuk kategori penyertaan saham. Karena, jika pemerintah memasukkan modal, tentunya kepemilikan saham BI di Askrindo akan tirdolusi. */Ant/Ray/E-3 (btn)

Bank Begara Indonesia distribute property credit Rp. 4,2 Trilyun

BNI Salurkan Kredit Properti
Rp 4,2 Triliun di Tahun 2007

PT Bank Negara Indonesia, Tbk mengalokasikan dana sebesar Rp 4,2 triliun untuk disalurkan lewat Kredit Pemilikan Rumah. Alokasi ini naik dari alokasi KPR pada tahun 2006 sebesar Rp 2,6 triliun dan tahun 2005 sebesar Rp 1,9 triliun.

“Ada tiga segmen KPR, yakni segmen Rumah Sederhana Sehat (RSH) dengan harga jual maksimal Rp 49 juta, KPR BNI Idaman dengan limit kredit Rp 2 miliar dan BNI Idaman dengan limit kredit Rp 5 miliar,” kata Direktur Konsumer BNI, Tjahjana Tjakrawinata, Kamis (15/2) di Jakarta.

Tjahjana mengatakan di masa depan, KPR akan menjadi produk unggulan BNI. Apalagi, resiko kredit macet di sektor properti, ternyata lebih rendah dari sektor lain seperti industri. “Selain menyalurkan kredit bagi pembangunan apartemen, mall, dan permukiman, BNI juga mempertimbangkan untuk membantu kredit bagi rumah susun sederhana (rusuna),” kata Tjahjana. *Haryo Damardono (kompas)



BNI Salurkan Kredit Properti
Rp 4,2 Triliun di Tahun 2007

PT Bank Negara Indonesia, Tbk mengalokasikan dana sebesar Rp 4,2 triliun untuk disalurkan lewat Kredit Pemilikan Rumah. Alokasi ini naik dari alokasi KPR pada tahun 2006 sebesar Rp 2,6 triliun dan tahun 2005 sebesar Rp 1,9 triliun.

“Ada tiga segmen KPR, yakni segmen Rumah Sederhana Sehat (RSH) dengan harga jual maksimal Rp 49 juta, KPR BNI Idaman dengan limit kredit Rp 2 miliar dan BNI Idaman dengan limit kredit Rp 5 miliar,” kata Direktur Konsumer BNI, Tjahjana Tjakrawinata, Kamis (15/2) di Jakarta.

Tjahjana mengatakan di masa depan, KPR akan menjadi produk unggulan BNI. Apalagi, resiko kredit macet di sektor properti, ternyata lebih rendah dari sektor lain seperti industri. “Selain menyalurkan kredit bagi pembangunan apartemen, mall, dan permukiman, BNI juga mempertimbangkan untuk membantu kredit bagi rumah susun sederhana (rusuna),” kata Tjahjana. *Haryo Damardono (kompas)



Aspek Keamanan, Saat Pindah Rumah

Bila Anda berencana menempati sebuah rumah baru, salah satu hal terpenting adalah memperhitungkan aspek keamanan. Tidak sedikit gangguan keamanan yang bisa menimpa penghuni rumah di lokasi yang baru ditinggali. Bila itu terjadi, kerugian yang terjadi bukan hanya menimpa harta dan benda. Secara psikologis korban akan kehilangan rasa aman dan kerugian ini tidak bisa dihitung secara material. Bagaimana caranya agar rumah baru Anda aman? Beberapa hal menyangkut aspek sosial dan teknis bisa dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan keamanan: 1. Melapor. Laporkan kedatangan Anda kepada pihak-pihak yang berwenang di wilayah rumah yang akan Anda tinggali. Sempatkan lebih dulu datang ke rumah Ketua RT/RW. Selain memperkenalkan diri, mereka bisa memberikan informasi tentang lingkungan baru Anda. 2. Bersosialisasi dengan warga di sekitar rumah. 3. Ikut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan warga setempat. 4. Buat sistem pengamanan rumah yang memadai. Pintu dan pagar rumah harus selalu dalam kondisi baik. Meski tidak bisa menghilangkan sama sekali risiko keamanan, namun dengan pengamanan yang cukup, risiko bisa dikurangi. 5. Bila ada, ikutlah aktif dalam kegiatan ronda. Bila salah satu dari keluarga Anda terlihat aktif, pengganggu keamanan akan berpikir ulang bila akan melakukan kejahatan di rumah Anda. Ronda juga bisa menjadi sarana bersosialisasi. Selamat menikmati rumah dan lingkungan baru! *Muh Fatah Yasin,11-05-2007 (btn)

Social Pricing Strategy
Kredit Pemilikan Rumah

Menjelang akhir masa jabatan Dirut BTN mempublikasikan wacana peurunan bunga kredit 1 persen dan menjadi judul sebuah artikel yang menarik untuk dikaji ditinjau dari aspek marketing, berdasarkan perkembangan kondisi makro yang kondusif di awal bulan ini inflasi year on year dibawah 10%, apresiasi rupiah terhadap dolar mencapai 8.780 per 1 USD mendorong Bank Indonesia menurunkan BI rate secara bertahap untuk tahap awal ini 25 basisi poin, meskipun langkah penurunan suku bunga relatif belum signifikan, kebijakan ini memberi stimulus kepada bank untuk menurunkan tingkat bunganya. Salah satunya adalah wacana BTN menurunkan bunga 1 persen sangat tepat dilihat dari kajian makro untuk mengakomodir pasar yang masih berharap kedepan kondisi properti stabil, karena bagaimanapun properti masih menjadi salah satu gerbang pengembngan sektor riel.


Strategi pricing dengan menurunkan harga untuk strata masyarakat menengah kebawah sangat populis karena pertimbangan harga biasanya menjadi alasan utama selain lokasi yang strategis dalam memilih produk KPR, namun implisit patut dicermati kecenderungan nasabah bertransaksi KPR dengan BTN, setelah punya rumah biasanya menggunakan fasilitas bukan BTN padahal nasabah memperoleh rumah pertama kali melalui pembiayaan KPR-BTN terutama yang bersubsidi, demikian pendapat dari beberapa narasumber pemerhati BTN. Apakah hal tersebut realitas di lapangan, harus ada penelitian lebih dalam menyangkut kepuasan nasabah bertransaksi dan motiv transaksi dengan atau melalui Bank BTN.


Agak lebih dalam menanggapi wacana penurunan tingkat bunga KPR-BTN yang akan dikeluarkan oleh Bank BTN, sejalan dengan itu sangat berharga statemen Ketua Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Indonesia (APRSI), yang menyatakan bahwa penurunan bunga satu persen tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat penyerapan kepemilikan rumah. Sebab penurunan suku bunga bukanlah faktor utama. Menurut beliau sebagai pengembang lebih memilih bank yang prosesnya lebih cepat dengan suku bunga lebih tinggi daripada bank dengan suku bunga rendah tapi prosesnya lama, lagi pula suku bunga BTN relatif lebih tinggi kecuali KPR bersubsidi BTN.

Yang perlu digaris bawahi adalah dalam penentuan harga (pricing startegy) bukan hanya masalah harga yang turun, namun ada faktor lain yang harus dipertimbangkan oleh manajemen, antara lain tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan seperti yang diungkapkan oleh Ketua APERSI tadi, kondisi internal perusahaan dan kondisi makro tentunya.


Dari kondisi demikian, kita bisa melakukan studi komparasi kepada perusahaan-perusahaan besar yang melakukan mark down terhadap beberapa merk mereka yang tergolong kuat, meskipun output produknya berbeda karakteristik dengan bank. Ada Pantene dan Vick Vaporub dari P & G contohnya, kemudian diikuti Shampo Lifebuoy dari Unilever. Yang menarik, strategi penurunan harga itu dikomunikasikan kepada konsumen melalui iklan TV secara gencar dan BTN mengkomunikasikannya melalui statemen manajemen yang dipublikasikan melalui media masa. Ada dua sisi yang agak berbeda perusahaan selain BTN yang menurunkan harga, maka akan timbul pertanyaan, apakah hal tersebut tidak menurunkan pencitraan merk (Brand Image) yang bersangkutan ?, bagi BTN mungkin tidak sampai demikian karena pencitraan brand BTN selama ini tetap pada strata midle to lower level.

Bila kita telaah, Marlboro pernah melakukan penurunan harga. Hal tersebut dilakukan karena diserang kemasan private label di Amerika Serikat, Marlboro tidak ingin pangsa pasarnya digerogoti rokok private label yang memasang harga lebih murah, bukan karena khawatir pangsa pasarnya berpindah ke private label lain, melainkan agar brand image Marlboro yang sangat kuat tidak berpindah ke merk lain. Bagi Marlboro bila pangsa pasar goyah, praktis persepsi sebagai rokokyang paling banyak dikonsumsi bila dibiarkan lama-lama bisa luntur.
What you pay and what you get or value for money bisa jadi melunturkan brand loyalty dan kekuatan merk, keputusan strategis eksekutif marlboro pasti sudah dipertimbangkan dari berbagai sudut baik profit, efektivitas maupun citra merknya.


Sejak tahun 1980-an terjadi shift to value tatkala produk-produk Jepang menyerbu pasar dengan harga lebih murah tapi berkualitas. Keberhasilan produk-produk Jepang tersebut mengubah persepsi orang bahwa harga murah pasti barang jelek, saat itu tidak lagi. atau belum tentu harga murah barangnya jelek Air Asia memperkenalkan tarif murah untuk bepergian melalui pesawat udara, Wall Mart yang sebelumnya meragukan kini dipersepsikan sebagian besar konsumen USA memiliki comparable quality fresh foods dan a good store brands.

Hal demikian memperkuat asumsi bahwa harga dan kualitas tidak selalu berkaitan, persepsi orang terhadap produk berharga tinggi, para pengelola supermarket sudah mafhum bahwa pelanggannya tidak akan membayar dengan harga lebih tinggi untuk produk berkualitas lebih tinggi, hanya sekelompok kecil konsumen yang bersedia membayar lebih tinggi produk yang berkualitas lebih tinggi. Konsepsi loyalitas membuat konsumen tidak sensitif pada harga, teori ini dipakai sejak dulu, namun apakah tetap berlaku apabila di pasar muncul kompetitor yang mempunyai kualitas memadai dengan harga yang terjangkau ? hal ini mungkin yang menjadi parameter pemikiran eksekutif Marlboro, konsumen makin realistis dan makin sadar akan value for money.

Demikian pula BTN, mau tidak mau harus realistis tak mungkin hanya berlindung dengan nama Pemerintah Republik Indonesia, profesionalisme dan peduli kepada target market yang menengah kebawah harus dibangun sinergi dan dapat diaplikasikan, gagasan penurunan tingkat bunga selayaknya dipandang sebagai bentuk kepedulian kepada share holdersnya yang masih digelayuti oleh daya beli yang minimal dan ini perlu dipublikasikan, dengan kata lain sisi sosial perusahaan dikedepankan dengan emphati dan hubungan baik, bank maju karena usaha nasabah maju dan berkembang. Kinerja bank ritel di tahun 2005 berbanding terbalik dengan kondisi bank korporat yang mengalami penurunan kinerja, hal demikian bisa jadi karena bank dan nasabah bersifat dalam bahasa gaul dikatakan lu lu gua gua, bersifat partial dan tidak peduli kepada lingkungan perusahaan.

Gagasan yang cemerlang dan berdimensi jangka panjang dari seorang bankir senior yang segera menuju masa purnabakti, selamat dan sukses semoga berkah Illahi di medan juang yang lain. *Edy, 10-05-2006 (btn)

Optimalkan Fungsi Jendela Rumah dengan Bay Window

Sebagian fungsi jendela adalah untuk membuat ventilasi lebih lancar, sebagai jalan masuk cahaya, serta sarana untuk melihat ke luar atau ke dalam ruangan. Di Indonesia, pada umumnya jendela dibuat datar dan rata dengan dinding. Namun ada bentuk jendela yang lebih memberikan efek optimal bagi fungsi-fungsi di atas, yaitu bentuk jendela yang menjorok ke luar dari garis dinding. Di lihat dari dalam rumah, akan terlihat semacam ceruk. Bentuk semacam ini disebut bay window. Bay window umumnya berbentuk setengah lingkaran, setengah dari segi enam, maupun setengah dari segi delapan. Model semacam ini tidak asing dipergunakan di rumah-rumah Eropa maupun Amerika. Jendela model ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan jendela datar, yaitu: Pertama, lebih banyak cahaya masuk karena lebih bagian kaca bisa dibuat lebih luas. Kedua, udara lebih leluasa keluar masuk dan bukaan yang lebih besar. Ketiga, ruang pandang yang lebih luas. Penghuni di dalam rumah lebih bisa menikmati pemandangan luar rumah dengan lebih leluasa. Keempat, bagian ceruk bisa digunakan sebagai tempat duduk ataupun tempat santai bahkan meja. Tentu sangat menyenangkan bersantai sambil menikmati pemandangan di luar rumah atau membaca koran pagi ditemani secangkir kopi sambil duduk di jendela. (Sumber: *Muh Fatah Yasin, 11-05-2007/btn)

Sabtu, 2007 Juli 21

Ruang Usaha Dijual Jl. Godean Jogjakarta

Ruko TAMBAK MAS Jl. Godean
Barat Mirota Kampus Godean

LT. 140m² Ld. 6m, SHMP, Hadap Selatan,
Strategis, Pusat Kota – Pusat Bisnis dan Perdagangan
Lingkungan Perumahan, dekat Hero Supermarket dan Kampus STPN
Cocok untuk Ruko/ Kantor/ Café / Resto dan segala usaha.

Offer Price Rp. 950 juta

Ruang Usaha Dijual Jl. AM Sangaji Jogjakarta


Pusat Bisnis/ Perdagangan dan Perkantoran,
Pusat Kota, Dekat Kampus UGM.

SHMP LT. 837m² LD.17,5m, Hadap Timur.

Offer Price Rp. 5,5 juta/m²

Ruang Usaha Disewakan Jl. P. Mangkubumi Jogjakarta

Pusat Kota, Pusat Bisnis dan Perkantoran

LT. 750m² Lb. 500m² Ld. +13m, Hadap Barat,
Ruang lobi, 5 ruangan office/staff, 3Kmd, gudang,
telpon, Listrik 7700Watt (2Kwhmeter), halaman parkir luas.

Offer Price Rp. 110juta/ tahun (minimal 2 tahun)

Rumah Disewakan Kotabaru Jogjakarta


Lingkungan perkantoran/ perumahan mewah, pusat kota,
Tradisional dan Eksklusif, kawasan cagar budaya,
hanya 5 menit ke Malioboro


LT.500m², LB.500m², 5kt, 2kmd,
dpr, telp, garasi, hal. Luas.

Offer Price Sewa Rp.75 juta per tahun

Ruang Usaha Dijual Jl. Let. Jen Suprapto Jogjakarta

Ngampilan Jogjakarta
Pusat Kota & Perdagangan, dekat Malioboro.

SHMP LT.124m² LD.5m LB.150m² Hadap Barat
1kmd, dpr, water-tank, folding gate, taman blkg .
100% Bangunan Baru

Offer Price Rp. 725juta